Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Ida Budhiati, memperkirakan,
jika pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, yang dijadwalkan 22 Juni 2008, hanya berlangsung satu putaran, maka bisa menghemat anggaran lebih dari Rp200 miliar.
Namun, kata dia di sela diskusi “Refleksi Pelaksanaan Pilkada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan Proyeksi Pilgub 2008″ di Hotel Kresna, Jalan Pasukan Ronggolawe Wonosobo, Senin (21/1), bila pilgub berlangsung dua putaran akan menghabiskan dana sekitar Rp492,6 miliar.
“Sekitar 46 persen dari total belanja hibah Pilgub Jateng 2008 itu untuk belanja pegawai, PPK, PPS, KPPS, dan gastarlih,” kata Ida, salah satu pembicara dalam diskusi yang diselenggarakan Masyarakat dan Persatuan Wartawan Indonesia Pemantau Pemilihan Umum (Mapilu PWI) Jateng yang bekerja sama dengan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng.
Dalam diskusi yang dipandu Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi Jateng Soejatno Pedro juga menampilkan Wakil Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD Provinsi Jateng H. Husein Syifa, S.E., General Manager PT Geo Dipa Energi Ir. Suwondo Kusuma, dan Ketua Mapilu Jateng Drs. Amirudin, M.A.
Amirudin yang juga dosen jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengatakan, implikasi dari pemilihan kepala daerah secara langsung ini memang terkesan mahal.
Selain itu, kata dia, pilkada secara langsung ini juga terkesan memberi peluang bagi orang kaya saja, dan menjadi peluang “keuntungan” partai politik (parpol), serta rawan konflik terutama pascapilkada.
“Walaupun ada penghematan atau efisiensi biaya, secara umum biaya pilkada ini tetap tinggi,” katanya menegaskan.
Bagi Bupati Wonosobo H.A. Kholiq Arif, pilkada secara langsung merupakan proses demokrasi yang paling baik dalam menentukan pimpinan daerah. “Hal ini ditandai dengan antusiasme masyarakat dalam memberikan hak pilihnya,” katanya.
Di satu pihak, antusiasme menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam turut serta membangun demokrasi di Tanah Air, di lain pihak terkadang masih dijumpai adanya kekurangan dalam pelaksanaan pilkada. Namun, kata Kholiq, hal itu sama sekali tidak mengurangi kualitas pelaksanaannya.
Ia optimistis Pilgub Jateng 2008 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar apabila pendidikan dan kesadaran berdemokrasi semua pihak tinggi, dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. [Ant/R1]
the often™ comment